tylerknott:

Let them open and let them pour, let them remind us what we’re living for. Let them leak and wash it away, the storm comes to soothe today.

tylerknott:

Let them open and let them pour, let them remind us what we’re living for. Let them leak and wash it away, the storm comes to soothe today.

I’m still their little daughter

Gak terasa 10 hari berlalu setelah aku resmi menyandang gelar S.Pd ini XP Anw, sambil tunggu follow up selanjutnya dari agen Au Pair, aku sekarang kerja part time di Kumon. Sebenarnya sih ini kerjaan Ucil, teman dekatku di kampus. Berhubung bulan lalu dia udah balik lagi ke Bogor, ya aku gantikan dia di Kumon. Hitung-hitung isi waktu luang dan cari pengalaman.

Ayah dan Ibu memang masih nyuruh aku tuk tetap tinggal di Bandung sementara ini. Selain tunggu kelanjutan Au Pair, ya aku bisa cari kerjaan yang lain juga, yang job desk nya dapat aku kuasai dan propek ke depannya bagus, ataupun tuk cari scholarship tuk study abroad. Whoaaa siapa sih yang gak mau? Rencana awalnya sih, kalau ini Au Pair gak goal, aku mau cari WHV ke Aussie itu sambil berusaha juga tuk dapatkan Master scholarship abroad. Semoga salah satu dari apa yang sedang aku perjuangkan ini adalah rezekiku. Aamiin..

Sebenarnya, bulan Februari lalu saat aku masih menyusun skripsi, ada tawaran pekerjaan datang dari teman yang setahun lamanya gak pernah kontak, tapi tetiba hubungi aku dan langsung tawarkan pekerjaan jadi Interpreter di salah satu perusahaan kontraktornya Pertamina, di Balongan, Indramayu. Aku sempat survey lokasi dan obrolkan tentang job desknya, diantar pacarku saat itu. Intinya sih itu perusahaan lagi ada proyek dari Pertamina tuk tanam pipa di dasar laut dan kerjasama dengan perusahaan asing. Proyeknya dimulai dari Maret. Sayangnya, aku masih nyusun skripsi dan mengejar sidang. Bulan Juni lalu saat beres sidang, aku yang kebetulan mau ke Cirebon bareng orang tua, datang lagi ke Balongan tuk bicarakan proyek ini dengan bosnya. Sayangnya tinggal 25% lagi proyek ini selesai dan bosnya bilang, sekitar Agustus bakal ada proyek lagi dan beliau kan hubungi aku kembali, in case aku free saat itu.
Ternyata awal Agustus, bosnya kembali menghubungi aku dan beritahukan masalah proyeknya yang baru. Sayang, saat itu aku lagi fokus uruskan syarat-syarat tuk ikuti Language Assistant Program to Aussie (yang ternyata aku didiskualifikasi karena ijazah belum keluar) and aku gak bisa gabung dengan proyeknya itu. Padahal fee nya…. Yah, bukan rezeki.

Terkait masalah kerjaan di Bandung, kemarin aku ceritanya jalan bareng teman seperjuangan di kelas yang sempat jadi rekan kerja pas sama-sama jadi interpreter di Barata, yang sekarang dia udah S2 lagi aja. Huks aku ditinggal..
Berhubung kuliahnya cuma Selasa dan Kamis, dan kebetulan hari itu aku free, karena jadwal Kumon cuma Senin, Rabu, Jumat, aku diminta tuk gantikan dia mengajar Bhs. Indonesia plus Bhs. Inggris di salah satu bimbel di Buah Batu. Ini sih baru rencana, belum bisa dipastikan. Esoknya, aku ceritakan masalah ini ke Ibu. Ini respon Ibu:

[8:06AM, 31/08/2014] Ibu: Ini kt ibu, kan jaraknya jauh,sekiranya hbs buat ongkos aplg tenaga ga seimbang mah ulah dipaksakan
[8:07AM, 31/08/2014] Ibu: Bukan ibu melarang
[8:07AM, 31/08/2014] Ibu: Sok aja pertimbangkan
[8:08AM, 31/08/2014] Ibu: Ini cm saran ibu, kalo ada yg lbh dekat sesuai dgn tenaga, ga apa2.
[8:09AM, 31/08/2014] Ibu: Memang kita jgn melihat finansialnya, tp hrs disesuaikan dgn sikon

Malu sih, living cost aku di Bandung, termasuk biaya kos-kosan perbulan masih disponsori orang tua. Rencananya aku mau bayar uang kos-kosan bulanan, sebesar 850rb dengan uang gaji part time ku, meskipun biaya hidup yang lain ya aku masih minta ke orang tua. Saat aku utarakan rencanaku itu ke Ayah, Ayah beri respon:

[4:43PM, 31/08/2014] Ayah: keun tabungkeun aja ya. keun da ayah ge aya. pokona teteh sehat ya
[4:44PM, 31/08/2014] Ayah: ya tabung aja untuk yang darurat ya. ini udah di mamah.


Ya Allah, semoga aja pengorbanan orang tuaku dibalas berlipat ganda olehMu. Semoga aku bisa buat mereka bangga ya :))) Aamiin.. Ah sedih gini jadinya.

Au Pair

Orang bilang, “Ngapain jadi Au Pair? Mau jadi babu disana?” Just because the main duty to be an Au Pair is that you need to take care of host family children and do some light house works. Is it not that hard, right? Di sana nanti, kita juga dikasih uang saku dan masuk sekolah bahasa Belanda gratis.

Jadi ceritanya, aku coba-coba ikut au pair ke Belanda via “Bright Au Pairs” punyanya Ka Dame, agen yang ada di Bandung. 30 menit yang lalu, semua persyaratan, dari mulai passport, application form, letter to house family, dan pictures with children udah berhasil aku kirimkan ke Ka Dame. Tinggal nunggu follow up dari SNAPS, agen au pair di Belanda.

Banyak yang tanya kok aku tertarik jadi au pair? Well, this is my answer: “I am a mother to be and in no doubt, being an au pair will give me a new great experience. There is also a chance for me to interact with people from different countries with variety of cultures that I will meet and cooperate with. For many years, I have also been wondering to sail along the canal in Netherlands and see the stunning tulips garden, there. Later on, it will be an impressive story to tell.” (copas dari letter to family yang baru aja aku kirimkan). Ya intinya sih biar punya pengalaman baru setelah lulus kuliah ini, sekalian keliling Eropa murah. Ditambah lagi punya modal juga setelah balik dari sana, at least tuk melanjutkan misi hidupku cari scholarship abroad. Pastilah perlu biaya untuk tes IELTS dan akomodasi kesana kemari. Setelah wisuda kemarin, rasanya malu tuk minta uang lagi ke ayah dan ibu. Kalau ternyata belum rezekinya, ya lanjut study di UPI lagi. Meskipun ayah dan ibu bilang bahwa beliau mengalokasikan dana untuk study S2 ku, at least aku punya modal untuk sambil mencari kerja dan menanggung biaya hidup sendiri, terutama biaya kos-kosan.

Ok, kembali ke Au Pair. Awal mula tertarik Au Pair sih semenjak 3 tahun lalu, saat teman dekatku di kampus, satu geng ceritanya, ikut Au Pair ke Belanda via Ka Dame juga. Dia balik ke Indonesia setahun kemudian. Tiga bulan kemudian, dia kembali jadi Au Pair di Jerman. Sekarang ini dia kerja dan sekolah keperawatan di Jerman dan dia janji mau ajak aku traveling bareng di sana haha. Kedua, salah satu temanku di Couch Surfing ikut juga Au Pair ke Belanda. Karena udah ada pengalaman-pengalaman dari mereka ini yang bikin ayah dan ibu memberikanku izin. Kata mereka sih intinya harus open minded dan gak sungkan menolak kalau-kalau host family meminta kita melakukan sesuatu diluar duties jadi Au Pair. Anyway, di form Au Pair yang aku isi, earliest departure nya sih 1 November 2014 dan latest nya 1 Maret 2015. Kata Ka Dame, akhir dan awal tahun banyak permintaan. Sekarang tinggal berdoa aja semoga ada host family yang matching. Aamiin…. I have tried my best, let God do the rest. Kalau sampai akhir Maret 2015 aku belum aja berangkat, aku berubah haluan untuk ikut working holiday visa to Australia. Hehehe..

You love words, so do I,
but you only know how
to use them for inflicting pain
rather than healing wounds.
Your sharp tongue cuts deeper
than the blades I use
on my forearms.
But I won’t stoop to your level,
I won’t retaliate with harsher words.
How can I do that,
when I used the same mouth
to make promises
of never leaving you,
so instead, I break these vows
and walk out.
These footsteps will be
the last thing you hear from me.

"Para kang bata" (by Jai R.)

(via mystrangesilhouettes)

Kongkow dulu kali brg geng kosan Opung XD with Isya, Yulita, Gladyz, Helda, Yudhitia, Gerry, Gilang, and Martin at Gerobak Kopi Jenggo – View on Path.

Kongkow dulu kali brg geng kosan Opung XD with Isya, Yulita, Gladyz, Helda, Yudhitia, Gerry, Gilang, and Martin at Gerobak Kopi Jenggo – View on Path.

Rute sepedahan siang ini: Dago-Riau-Pasteur-Dago-Riau. with Ilham and Novi at Belah Doeren – View on Path.

Rute sepedahan siang ini: Dago-Riau-Pasteur-Dago-Riau. with Ilham and Novi at Belah Doeren – View on Path.